Pages

Belajar Menenun Kain Songket, Yukkk!!

Desa Sukarara, Anda pernah mendengar nama dusun ini? Desa kecil sentra kerajinan kain tenun khas Lombok. Terletak di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggot, Kabupaten Lombok Tengah.

Menenun Kain Songket
How to get there

Jarak antara Kota Mataram dengan Desa Sukarara sekitar 20 Kilometer, dan ditempuh selama 30 Menit menggunakan mobil sewa atau taksi. Aletrnatif lain dengan membeli paket wisata sehari, harganya sekitar IDR 250 ribu/orang Anda akan diajak mengunjungi beberapa objek budaya di Lombok.

Untuk menuju ke lokasi, Anda akan menelusuri Jalan Raya Praya, satu-satunya jalan raya yang mengarah ke Desa Sukarara. Melewati jalan berkelok dan masuk ke gang dengan kondisi jalan beraspal seadanya. Berjarak 500 Meter dari jalan raya, Anda akan menemukan beberapa toko merangkap rumah dan tempat workshop kegiatan menenun.

Things to do


Wisatawan Belajar Menenun
Di sinilah pusat penjualan berbagai kain tenun songket dan ikat khas Lombok tersedia. Kaum perempuan Desa Sukarara dengan pakaian adat Sasak akan menyambut pengunjung yang datang dan selalu siap mendemontrasikan ketrampilan mereka dalam menenun.

Pada halaman toko atau rumah workshop, biasanya akan ada beberapa penenun memperagakan cara menenun kain Songket. Cara pembuatan kain mulai dari benang hingga menjadi selembar kain didemonstrasikan dengan sangat terampil. Pengunjung pun dapat mencoba menggunakan alat tenun ini, kelihatannya gampang tapi saat Saya mencobanya ternyata sangat sulit. Memerlukan tenaga ekstra kalau belum terbiasa.


Aktifitas Penduduk Sukarara
Kaum perempuan di Desa Sukarara wajib belajar menenun. Sejak kecil mereka sudah diajari cara menenun kain mulai dari motif yang sederhana. Para Ibu mewariskan brire, salah satu alat untuk menenun kepada anak perempuan mereka.

Ada aturan unik yang berlaku di desa ini, kaum perempuan Desa Sukarara yang belum bisa menenun tapi nekat melakukan pernikahan, maka akan kena sangsi denda. Dendanya bisa berupa uang, hasil panen padi atau beras. Aturan ini tidak berlaku untuk kaum pria, meski ada pula kaum pria yang bekerja sebagai penenun kain ikat.


Tangan Terampil Wanita Muda Sukarara Menenun
Aturan ini dibuat bukan untuk diskriminasi gender, tetapi bertujuan agar kaum perempuan bisa mandiri dan tidak bergantung pada kaum pria.


Oleh-oleh & Suvenir

Masuk ke dalam toko atau rumah workshop, kita akan melihat galeri kain tenun. Kain warna warni cerah dengan motif yang indah berjejer secara lengkap. Ini bukan museum kain tenun songket ataupun ikat, kain yang dipajang memang untuk dijual kepada pengunjung yang datang.


Kain Tenun Songket Khas Lombok
Ada dua jenis kain tenun yang terdapat di galeri ini, kain tenun ikat dan kain tenun songket. Tenun songket hanya dibuat oleh kaum perempuan dengan alat manual. Pengerjaannya yang manual membuat waktu tenun menjadi lama. Satu songket bisa selesai dalam 1 bulan, atau 2,5 bulan apabila motif yang dikerjakan tergolong sulit.

Tidak heran apabila harga satu kain songket tenun khas Lombok bisa jutaan rupiah. Sulit dan lamanya waktu pembuatan songket membuat harga kain tenun ini lebih mahal dibandingkan dengan kain ikat.


Harga untuk selembar kain tenun songket bervariasi, mulai dari IDR 200 ribu hingga IDR 5 juta dengan ukuran lebar 120 Cm dan panjang 2 Meter. Terlalu mahal untuk kocek pelancong seperti Saya. Satu syal kecil dengan harga IDR 20 ribu akhirnya Saya beli sebagai kenang-kenangan untuk dibawa pulang.


Bergaya dengan Pakaian Adat Sasak
Tenun ikat memiliki waktu produksi yang lebih singkat. Satu hari, penenun ikat bisa menyelesaikan hingga panjang 3 meter. Bahan tenun ikat juga sangat sederhana, hanya menggunakan bahan dari kain katun saja.

Kain ikat biasanya dipakai untuk bahan selimut, seprai, atau bahan pakaian. Harga tenun ikat dengan pewarna kimia sekitar IDR 100 ribu, sedangkan harga tenun ikat dengan pewarna alam harganya bisa mencapai IDR 150.000.

Pada kain ikat banyak gambar bermotif rumah adat dan lumbung, serta tokek. Rumah adat dan lumbung sebagai simbol kehidupan Suku Sasak, Tokek merupakan hewan keberuntungan bagi masyarakat Lombok.

Anda ingin bergaya dan berfoto menggunakan pakaian adat Sasak dengan kain tenun warna warni bermotif indah tanpa perlu membeli? Galeri toko menyediakan pakaian adat Sasak untuk disewakan dengan harga IDR 20 ribu, dan Anda dapat berfoto sepuasnya. Narsis sejenak yukkk!!

0 komentar:

Post a Comment